Selasa, 23 Februari 2016

Arwana Titisan Naga

Mitos ini pertama kali dipercaya oleh orang orang khususnya dari keturunan Tiong Hoa. Namun dengan berkembangnya jaman maka ikan ini bukan saja hanya diminati oleh orang orang dari keturunan etnis Tiong Hoa saja namun sudah disukai oleh semua pecinta ikan hias di dunia.

Mengapa primadona ikan arwana. Dapat sebegitu kuatnya? Tidak kita pungkiri bahwa ikan arwana mempunyai suatu energy dengan kharisma yang sangat kuat terutama ketika berenang melenggak lenggok di dalam akuarium.

Dapat kita mengerti dikarenakan ikan arwana adalah termasuk ikan purba (Sclheropages Formosus) yang sudah mengalami regenerasi beribu ribu tahun. Bentuk ikan ini memang mirip sekali dengan naga dan oleh karena itu ikan ini dijuluki sebagai ikan naga.

Ada suatu mitos yang berkembang pula bahwa ikan arwana dahulunya berasal dari dewi kahyangan yang dikutuk menjadi ikan dan akhirnya beranak pinak sampai saat ini. Ada beberapa nama istlah dari ikan arwana itu sendiri. Seperti di daerah Kalimantan ikan ini dikenal dengan nama Siluk, di daerah Sumatra khususnya di Pakanbaru dikenal dengan nama Peyang atau Kelisa.


Di Thailand dikenal dengan nama Pla Thapad atau juga Pla Hangke, di Cina dikenal dengan nama Hung Lung khususnya bagi arwana superred yang diartikan menjadi Naga Merah. Banyak sekali nama yang berkembang di kalangan masyarakat dan hal ini tanpa disadari menjadi sebuah mitos yang dipercaya dikalangan hobiis ikan arwana.

Di kalangan hobiis, setiap jenis arwana konon juga dipercaya mempunyai beberapa kegunaan dan kekuatan yang berbeda beda. Arwana Brasil atau Arwana Silver yang notabene adalah jenis arwana yang termurah juga dipercaya mempunyai kekuatan magis tertentu. Arwana ini sangat baik juga untuk dipelihara karena dipercaya mempunyai kekuatan sebagai tameng atau tolak bala bagi pemiliknya.

Kekuatan tolak bala yang cukup besar juga dimilki jenis arwana lainnya yang masih berwarna silver atau kehitaman seperti arwana black silver, pino, banjar, dan juga jardini. Arwana golden atau lebih dikenal saat ini dengan nama Red Tail Gold (RTG) sangat cocok untuk dipelihara di dalam ruangan tengah rumah anda dikarenakan ada mitos yang berkembang bahwa arwana golden mempunyai kekuatan energy positif yang besar untuk membawa ketenangan dalam rumah anda dan membawa perasan tentram bagi pemiliknya.

Dan Arwana merah atau Superred Arwana sangat cocok untuk diletakkan di ruang tamu rumah bahkan kantor atau tempat usaha apapun dikarenakan mempunyai energy untuk mendatangkan rejeki dan juga menunjukan kewibawaan dan kekuasaan dari pemiliknya. 

Sekali lagi hal tersebut adalah hanyalah mitos dikarenakan kalau kita analisa dengan akal sehat sudah pasti mempunyai hobby memelihara arwana adalah suatu hobby yang mempunyai kelas prestise tersendiri mengingat ikannya yang mempunyai tampilan yang cantik dan juga dikarenakan termasuk hewan yang sudah langka dan dilindungi pemerintah, tentu saja hobby ini juga merupakan hobby yang relatif membanggakan bagi orang yang melakukannya.

Susahnya Merawat Arwana Super Red

Kenapa di bilang susah, bayangkan saja, anda punya ikan mahal, berjuta-juta harganya bahwa sampai berpuluh-puluh juta, kalau merawatnya ngga susah, ya pasti anda deg-degan setiap bangun pagi karena takut ikan anda mati.

Ini salah satu penuturan pemilik ikan arwana super red.


Jenis super red memang membutuhkan perawatan yang agak lebih sulit dibandingkan jenis arwana lain. Jenis super red ini bisa dibilang cukup rewel dan sangat riskan sakit jika tak dirawat dengan baik. "Ikan ini istilahnya orang gedongan. Enggak biasa kalau enggak dapat perawatan ekstra," katanya.

Untuk air saja, misalnya, harus dilakukan penggantian air dua kali sepekan. Airnya pun, paparnya, harus air tawar yang sudah diendapkan sehari semalam. "Kalau tidak begitu malah bisa mabuk ikannya," tambahnya. Belum lagi dengan makanannya yang harus mendukung kualitas warnanya.

Steven mengatakan, super red harus diberikan jenis pakan yang mengandung beta karoten agar bisa menambah kilau warna. "Bisa diberikan udang atau kelabang," terangnya.


Karena itu, lanjut dia, peminat arwana super red kebanyakan dari kalangan yang sudah terjun lama di dunia ikan hias dan sudah paham seluk beluk arwana. "Untuk kalangan pemula sebaiknya bertahap dengan memelihara arwana silver dulu. Kalau sudah biasa, baru nanti beranjak ke super red," ungkapnya.

Kekuatan Arwana Super Red

Tadi penulis sudah menceritakan bahwa ikan arwana mempunyai kasta layaknya bangsawan apalagi ikan arwana super ed, dengan kasta tertinggi itu pula, wajar jika harga ikan arwana terutama jenis super red bisa mencapai harga yang dianggap luar biasa mahal bagi orang awam.
"Sebagai ikan hias dengan kasta tertinggi, harganya pun tentu menyesuaikan dengan kualitasnya," kata Steven.

Ia mengungkapkan, dengan tren ikan hias sekarang, harga seekor arwana super red dengan kualitas terbaik bisa mencapai Rp 500 juta. Untuk anakan super red yang paling kecil, kata dia, dipasarkan dengan harga berkisar Rp 3,5 juta.
Salah satu super red unggulan dari Arwana Club Indonesia pun rencananya akan ditampilkan pada 12 Desember mendatang dalam pameran tersebut. "Jenisnya super red, dengan warna yang sangat merah mengilap," katanya.
Meski harganya terbilang tak masuk akal, Steven mengungkapkan bahwa memelihara ikan arwana merupakan investasi yang sangat menjanjikan. Bisnis ikan arwana, terutama jenis super red, sangat tinggi peminatnya, terutama di luar negeri. "Para peternak arwana di Indonesia malah sering kewalahan memenuhi permintaan dari luar negeri. Banyak permintaan dari luar, jadi makin meningkatkan harga jual arwana," katanya.

Singapura, China, Thailand, Kanada, dan negara-negara di Eropa, sebut Steven, masih jadi pengimpor terbesar arwana dari Indonesia. "Potensi arwana di Indonesia diakui masih yang terbaik. Makanya, selain jadi hobi, peluang bisnis di ikan arwana saya kira sangat menjanjikan," tuturnya.

Arwana Silver Belitung Timur

Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengembangkan budidaya arwana silver Belitung Timur karena permintaan pasar terhadap ikan hias khas daerah itu tinggi.


"Saat ini pengembangan budidaya arwana silver dipusatkan di Balai Benih Ikan dan kelompok tani ikan air tawar di Kabupaten Belitung Timur," kata Kasi Produksi dan Pengandalian Budi Daya Ikan Dinas Kelautan dan Perikanan Babel, Winarso di Pangkalpinang, Jumat.

Ia menjelaskan minat masyarakat mengembangkan arwana cukup tinggi bahkan sebagian petani ikan air tawar untuk konsumsi beralih membudidayakan ikan hias ini seiring permintaan pasar lokal dan nasional terhadap ikan hias yang cukup tinggi.

"Petani sangat berminat mengembangkan arwana karena harga jual ikan hias ini yang tinggi sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani," ujarnya.

Ia mengatakan pengembangan arwana di tingkat petani masih dilakukan secara tradisional dengan memanfaatkan bekas tambang timah sehingga pembudiyaan ikan masih kurang optimal.

Sementara itu, pembudidayaan arwana di BBI masih terkendala indukan dan tempat pemijahan ikan yang masih kurang memadai karena lahan BBI yang terbatas.

"Kita tetap berupaya agar produksi arwana ini meningkat, sehingga dapat memenuhi permintaan pasar yang tinggi," katanya.

Menurut dia, arwana khas Belitung memiliki warna sisik silver mengkilap, berbeda arwana silver di daerah lainnya yang agak pudar.


"Sisik ikan hias ini bisa memantulkan cahaya lampu, sehingga akan mempercantik gerakan ikan tersebut," katanya.

Arwana Sang Bangsawan

Jujur penulis sangat takut menulis artikel ini, karena artikel ini penulis bisa di kutuk sama ikan arwana jika menulis macam-macam tentang sang ikan, kenapa? Karena ikan ini bangsawan, penulis kalah pamor sama nih ikan. Derajatnya beda jauuuhhhh… hahaha


Ada mitos ikan arwana merupakan ikan kasta tertinggi, sehingga banyak percaya bahwa ikan ini dapat menaikan wibawanya dimata masyarakat. Para pengusaha pun sering memelihara ikan jenis ini karena dapat mendatangkan keberuntungan. Coba saja anda lihat di rumah seorang pengusaha atau pejabat,biasanya ikan ini tampak di ruang tamu atau tempat usaha. Gara – gara mitos inilah ikan ini harganya selangit.

Selain itu, ikan ini juga konon melambangkan kemakmuran dan keselamatan. Ya kali…. Kalau tuhan sudah berkehendak ya …. Gitu dah.

Yang lebih mengejutkan bahwa ikan ini bahkan dipercaya dapat menukar nyawanya dengan nyawa sang pemilik. Tengok saja kisah seorang pengusaha yang mempunyai sembilan ikan Arwana di akuariumnya, suatu hari ia mengalami kecelakaan dan kepalanya terluka cukup parah . Keesokan harinya ikan-ikan tersebut mati, dan secara tidak sengaja sang pemilik selamat dan luka di kepalanya sembuh total. Inilah salah satu kisah kenapa banyak orang menngaggap ikan arwana bukanlah ikan biasa.

Dalam tradisi masyarakat Asia Timur, terutama China dan sekitarnya, ikan memang dijadikan lambang kemakmuran. Dalam bahasa Mandarin, ikan dan surplus (bersisa) mempunyai bunyi yang sama, yakni yu. Makanya, setiap kali perayaan tahun baru Imlek, hidangan ikan menjadi salah satu menu utamanya. Setiap kali kita makan ikan selalu bersisa, yakni tulang-tulangnya. Diharapkan, rezeki yang akan datang pada tahun baru ini juga akan bersisa.

Dari cerita diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa semuanya hanya mitos ya… bukan fakta. Kalau tidak percaya, tanya tuh ikan, siapa pencipta mereka, atau tanya ustad siapa yang menciptakan ikan.
Manusia saja kadang tidak mau ikut campur atau berani merelakan nyawa untuk orang lain, apalagi ikan… brehh… apalagi mengganti nyawa untuk manusia yang membuatnya terpenjara di dalam akuarium. Hohoho.

Sumber

Ikan Arwana Bertemu Jokowi dan Obama

"Ikan hias punya potensi yang sangat besar untuk dikembangkan, dan jika dikembangkan Indonesia berpotensi merajai pasar ikan hias dunia," ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (30/3/2015).


Saut menuturkan, pada Rapat Koordinasi (rakor) Teknis Pengembangan Usaha Ikan Hias yang dilaksanakan beberapa waktu lalu di Ruang Rapat Utama Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, pemerintah telah menyepakati beberapa hal, salah satunya yaitu semua pihak sepakat untuk meningkatkan kegiatan pembudidayaan, produksi dan pemanfaatan ikan hias Indonesia untuk konsumsi di dalam negeri maupun ekspor ke luar negeri.

"Untuk mencapai sasaran tersebut, akan diprioritaskan pada jenis-jenis ikan hias hasil budidaya. Upaya-upaya untuk pemanfaatan ikan hias di dalam negeri diantaranya melalui penempatan akuarium ikan hias air tawar di sarana umum seperti bandara, pelabuhan, stasiun kereta api, terminal bis, lobi hotel dan di kantor pemerintahan, BUMN, sekolah, kampus perguruan tinggi, dan sarana pelayanan umum strategis lainnya," jelasnya.

Sedangkan untuk meningkatkan ekspor ikan hias air tawar khususnya Arwana, segera diupayakan untuk mengeluarkan ikan Arwana Super Red dan Arwana Jardini dari daftar Appendiks Cites, dibantu oleh perwakilan Indonesia di Jenewa, sehingga management authority dapat segera dilimpahkan ke KKP.

"Dalam rangka poros maritim, upaya-upaya penangkaran atau budidaya, akuarium dan sarana hiburan perikanan akan ditingkatkan termasuk revitaliasi dan rehabilitasi aquarium ikan hias di tempat-tempat hiburan seperti Seaworld, Taman Aquarium Air tawar TMII, Kebun Binatang, Taman Safari, dan lain-lain," katanya.

Selain itu, untuk semakin memperkenalkan ikan hias di mata dunia, Indonesia juga akan menyelenggarakan World Ornamental fish Conference and Exhibition pada tahun 2017. Informasi awal mengenai perhelatan ini akan disebarluaskan di dalam dan luar negeri termasuk perwakilan Indonesia di luar negeri (KBRI, KJRI, ITPC) dan akan diusulkan oleh Kemenko Bidang Kemaritiman untuk dibahas pada rapat Kabinet Kerja.


"Ikan hias asli Indonesia seperti Arwana juga akan dijadikan sarana diplomasi oleh Presiden RI, dalam rangka kunjungan Presiden RI ke Amerika, Menko Maritim akan menyerahkan ikan hias Arwana dari Presiden RI Joko Widodo kepada Presiden AS Barrack Obama untuk Kebun Binatang di Washington DC," tandas Saut. (Dny/Gdn)


Hak Paten Ikan Arwana

Kepala Dinas Perikanan Kapuas Hulu Ir Rismawati, mengatakan, saat ini dinas yang ia pimpin tengah berusaha memaatenkan sejumlah ikan habitat Kapuas hulu. Hak paten ini menurutnya perlu, agar kedepan tidak diklaim daerah lain.Kapuas Hulu sendiri banyak memiliki potensi ikan air tawar. Beberapa diantaranya ikan-ikan tersebut merupakan habitat aslinya di Bumi Uncak Kapuas Hulu. Agar tidak diklaim daerah lain dan bahkan negara lain, perlu dibuatkan hak paten ikan khas Kabupaten Kapuas Hulu. Terutama ikan yang memiliki nilai ekonomi tinggi, baik ikan kosumsi maupun ikan-ikan hias.


“Kami tengah berupaya untuk mematenkan beberapa jenis ikan. Terutama ikan mulai langka seperti ikan awarna, semah dan lainnya," ujarnya beberapa waktu lalu.Kabupaten Kapuas Hulu bak ‘’depon’’ aneka ikan air tawar. Ikan arwana super red, semah, ulang uli, belidak, ringau dan lain-lain. Bisa saja ikan-ikan ini nanti diklaim daerah lain, karena memiliki nilai ekonomis tinggi."Seperti ikan arwana super red dan semah, memiliki nilai ekonomis tinggi, di dalam dan luar negeri. Makanya kami coba berusaha jajaki membuat hak paten," ujarnya.

Untuk ikan arwana super red, wacana pengurusan hak paten sudah lama akan dilakukan. Hanya saja, ikan arwana saat ini masih dibawah KSDA.Walaupun belum ada hak patennya, ikan arwana jenis super red Kapuas hulu sudah miliki sertifikat. Menurut Risma, sertifikasi ikan arwana ini, sebenarnya hampir sama dengan hak paten. Hanya saja memang memiliki hak paten akan jauh lebih baik. Karena kalau sudah ada hak paten, ikan arwana super red akan diberikan chip sebagai identitas asal Kabupaten Kapuas Hulu."Selain ikan arwana jenis super red, ikan gurami kita juga sudah disertifikasi, menyusul yang lainnya," terang Risma.